aku bergurau pada cemara yg cantik walau berbisik . .
jika ia manusia,
mungkin aku akan mengajakny pergi,
TIDAK!!
lebih tepat, jika aku mengantarny saja,,
karna aku menyukai kesendirianku!!
sama kisahny dalam hujan sore ini . .
merindu tiap tetesny laksana darah ,
bukan karna gigilku aku ingin dia tetap!!.
bukan pula, karna hausku, aku tak ingin ia kembali,
rinduku padanya, yang haruskany tetap disini,
resapi tiap air yg menetes dalam luka, indah, laksana darah,
maaf jika aku merenggutmu
aku hanya terlalu mencintai suaramu
mengalun merdu, menerpa rasa sakit yg terlihat begitu indah di mataku
bahkan, jika hujan kemarin menjadi saksi,
aku ingin mendengar suara darah mengalir dari lukaku,
dengan iringan teriakan dan tawa hujan sore itu
teruntuk cemara
tersenyumlah engkau, bahwa aku tak mencintaimu, pun kau begitu indah
hingga tak ada alasan bagiku melukaimu
selain beberapa sayatan di dahan, penanda, aku telah merenggut cintaku sore itu :

0 comments:
Post a Comment